JAKARTA – Lagu terbaru yang menghebohkan internet Indonesia tidak ditulis oleh artis rekaman, juga bukan tentang seorang selebriti.
Ini adalah earworm yang dihasilkan AI tentang Menteri Energi Bahlil Lahadalia, seorang politisi yang lebih terkait dengan subsidi bahan bakar dan memasak gas daripada viral hits.
Sejak pertengahan Mei, Mas Bahlil Ganteng – bahasa Indonesia untuk “Adik Bahlil Ganteng” – telah menyebar dengan cepat di grup TikTok, Instagram, dan WhatsApp, menelurkan video dance, animasi kartun, dan remix yang tak terhitung jumlahnya.
Salah satunya oleh pengguna Instagram @fikriferdians, sudah dilihat lebih dari 30 juta kali sejak diunggah pada 23 Mei.
Pengguna telah memproduksi versi bahasa Inggris dan Mandarin, sementara yang lain telah merekam cover biola, remix ska, dan membawakan lagu a cappella.
Pada tanggal 31 Mei, bahkan mantan presiden Joko Widodo pun ikut mengikuti tren ini, dengan memposting video Instagram yang memperlihatkan pengunjung bernyanyi dan menari mengikuti lagu tersebut di luar kediamannya.
Klip tersebut mengacu pada fenomena media sosial “Gerbang Jokowi” yang sekarang sudah tidak asing lagi, di mana para pendukung, politisi, dan pembuat konten secara teratur berkumpul di luar rumahnya untuk merekam video dan mencari audiensi dengan mantan pemimpin tersebut.
Seperti banyak hal di internet Indonesia – yang baru-baru ini mengubah pernyataan Presiden Prabowo Subianto bahwa penduduk desa tidak menggunakan dolar AS menjadi banyak lelucon dan meme – hal ini lucu, tidak masuk akal, dan mengejutkan.
Leluconnya dimulai dari judulnya sendiri: MBG lebih dikenal di Indonesia dengan inisial Makan Bergizi Gratis (“makanan bergizi gratis”), milik Prabowo program makanan sekolah andalan yang kontroversial.
Inisiatif ini mendominasi berita utama dalam beberapa pekan terakhir setelah serangkaian insiden keracunan makanan, yang berpuncak pada penggantian ketua program dan penangkapan beberapa pejabat dalam penyelidikan korupsi.
Pengguna internet dengan nakal mengubah nama MBG menjadi Mas Bahlil Ganteng.
Tidak jelas siapa yang pertama kali menciptakan lagu tersebut, namun lagu ini tidak muncul dari kampanye atau iklan politik. Sebaliknya, komentar tersebut tampaknya digabungkan dari komentar online tentang menteri tersebut dan disetel ke melodi yang dihasilkan oleh AI.
Salah satu kalimat yang menonjol dengan penuh kasih sayang menyebutnya sebagai “bolu ketan kecilku”, kue bolu lembut yang terbuat dari tepung beras ketan, menginspirasi serangkaian gambar buatan AI yang menggambarkan menteri sebagai makanan penutup itu sendiri.
Liriknya merupakan potret crowdsourcing dari salah satu politisi paling terkenal di Indonesia.
Bahlil bukanlah seorang penyanyi atau tokoh media sosial, ia adalah menteri energi dan ketua Golkar, salah satu partai politik terbesar di negara ini.
Portofolionya mencakup isu-isu sehari-hari mulai dari harga bahan bakar hingga gas untuk memasak bersubsidi, menjadikannya tokoh publik yang akrab dan sering kali kontroversial.
Namun fenomena tersebut lebih dari sekedar Bahlil. Hal ini memberikan gambaran sekilas tentang ciri khas wacana politik Indonesia: kecenderungan untuk membahas isu-isu politik yang serius melalui humor, budaya pop, dan bahasa internet yang terkodekan.
Hal ini terlihat dari semakin banyaknya masyarakat Indonesia yang meminjam karakter dan simbol dari budaya populer untuk membicarakan politik.
Pemerintahan menjadi “Konoha”, referensi ke desa fiksi dalam serial anime Naruto, sementara tokoh politik yang kuat secara bercanda dijuluki “Hokage”, pemimpin desa dalam serial tersebut.
Dorongan yang sama terlihat pada tahun 2025 ketika Bendera bajak laut One Piece mulai bermunculan saat protes dan pada kendaraan di seluruh Indonesia.
Apa yang awalnya merujuk pada serial manga dan anime Jepang populer tentang sekelompok bajak laut berkembang menjadi simbol ketidakpuasan terhadap kemapanan politik dan bentuk ekspresi politik yang terkode.
Pada tahun 2024, kepribadian “gemoy” atau imut yang ditanamkan dengan hati-hati oleh Prabowo menjadi meme tersendiri, yang banyak dikaitkan dengan keberhasilan pemilunya.
Baru-baru ini, pengguna media sosial memanfaatkan pernyataan Prabowo bahwa penduduk desa tidak menggunakan dolar AS menjadi banjir lelucon dan video satir.
Politik di tanah air seringkali disaring melalui meme, lagu parodi, dan dunia fiksi, di mana humor menjadi komentar. Lelucon mendatangkan kritik, dan tren internet terkadang dapat mengungkap lebih banyak sentimen publik dibandingkan debat politik formal.
Para politisi sendiri telah belajar untuk ikut bermain. Pada tanggal 29 Mei, Bahlil mengatakan dalam percakapan video dengan utusan khusus presiden dan tokoh televisi Raffi Ahmad bahwa ia berharap dapat bertemu dengan pencipta lagu tersebut untuk makan.
Ia pun bercanda, bahkan anak-anaknya sendiri pun mulai menggodanya dengan memanggilnya “Bapak MBG”.
Sementara itu, Golkar dengan cepat menerima fenomena tersebut, bahkan ketika para pemimpin partai bersikeras bahwa mereka tidak ada hubungannya dengan penciptaan lagu tersebut.
Untuk saat ini, lagu tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda memudar. Ini terus menelurkan remix, video dance dan variasi baru secara online.
Lagu ini begitu tersebar luas sehingga kini dapat didengar di mana-mana – mulai dari kelas fitnes di Jakarta hingga pertemuan di lingkungan sekitar.


