Indonesia plans 5,000 home renovations in East Nusa Tenggara

Kupang (ANTARA) – Indonesia berencana merenovasi hingga 5.000 rumah di Nusa Tenggara Timur (NTT) tahun ini untuk meningkatkan taraf hidup, meningkat tajam dari 436 unit pada tahun 2025, kata gubernur provinsi tersebut.

Gubernur Melki Laka Lena mengatakan program ini menyasar masyarakat berpenghasilan rendah dan mencerminkan dukungan pemerintah pusat yang lebih kuat terhadap perumahan di provinsi timur.

“Kami melihat adanya peningkatan dari 436 unit rumah pada tahun 2025 menjadi 5.000 unit pada tahun ini. Ini merupakan langkah besar dalam membantu masyarakat miskin mendapatkan akses terhadap perumahan yang layak,” ujarnya di Kupang, Jumat.

Inisiatif ini merupakan salah satu hasil penting pertemuan Lena dengan Menteri Perumahan dan Permukiman Maruarar Sirait di Jakarta pada hari Kamis.

Ia mengatakan, program renovasi akan mencakup Kota Kupang dan 21 kabupaten di NTT.

Lena menambahkan, proyek tersebut akan didukung oleh skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk perumahan, sebuah kebijakan andalan yang diperkenalkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Dalam skema tersebut, pemerintah memberikan subsidi bunga sebesar lima persen pada kredit perumahan dengan jangka waktu pengembalian hingga 30 tahun.

Program ini bertujuan untuk memperluas kepemilikan rumah di kalangan kelompok berpenghasilan rendah, termasuk pegawai negeri sipil junior, tentara, polisi, guru, nelayan, petani dan pemilik usaha kecil.

Selain perbaikan perumahan, pemerintah berencana untuk memperbaiki kawasan kumuh dan mendukung kegiatan ekonomi lokal.

Hal ini akan dilakukan melalui program pembiayaan yang dikelola oleh perusahaan keuangan mikro milik negara PT Permodalan Nasional Madani.

Lena mengatakan pendekatan ini menggabungkan perbaikan perumahan fisik dengan pemberdayaan ekonomi untuk memastikan manfaat jangka panjang.

“Dengan mengintegrasikan peningkatan perumahan dengan dukungan mata pencaharian, kami bertujuan untuk menciptakan peningkatan standar hidup yang berkelanjutan,” katanya.

Ia menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat yang memprioritaskan NTT dalam program perumahannya.

“Inisiatif-inisiatif ini memberikan harapan baru untuk kondisi kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat kita,” tambah Lena.

Pemerintah mengharapkan program ini dapat mengurangi simpanan perumahan dan meningkatkan akses terhadap tempat tinggal yang aman dan memadai.

Para pejabat juga melihatnya sebagai cara untuk merangsang perekonomian lokal melalui konstruksi dan sektor terkait.

Sirait dijadwalkan mengunjungi NTT untuk meninjau koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah.

Berita terkait: Kementerian mengalokasikan US$5,5 juta untuk desain ulang kota Kupang

Berita terkait: Indonesia menyalurkan Rp22,6 miliar untuk perbaikan perumahan Samosir

Translator: Kornelis K, Tegar Nurfitra
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026